PPL dan Kenangan Masa Silam
Selama pelaksanan PPL di SMK Telkom Pekanbaru, memori seolah olah terulang kembali. Ingat rasanya bagaimana menghabiskan masa SMA dengan berbagai cebisan kenangan yang menyenangkan. Terbayang bagaimana setiap harinya berangkat sekolah dengan keranjang sepeda penuh buku dan kamus. Tas punggung yang isinya terlalu berat hingga kini masih meningglkan jejak pada penampilan punggungku yang sedikit bungkuk, tak sempurna tegaknya.
Teringat pula bagaimana mengorganisasi sebuah acara yang panitianya (sekaligus peserta) hanya kelompok kami, ya beenam saja. Tentu atas perintah dari guru bahasa inggris tercinta Miss (Now Mrs) Nadira. Kenangan akan Keakraban yang tercipta dengan mudahnya saat mengikuti berbagai lomba, membuat senyum-senyum sendiri. Apa kabar kalian teman-temanku dalam berjuang?? Ingatkah bagaimana kita belajar dan berlatih sampai lewat tengah malam? Berjuang menuliskan nama sekolah kita agar dikenal. Berjuang agar anak madrasah tidak dianak tirikan apalagi diremehkan dalam pendidikan di daerah kita. Jujur aku katakan aku rindu...
Kepada guru-guruku, terimakasih sudah memberikan pengajaran terbaik pada kami, tak henti membimbing dan menyalurkan hobi serta bakat yang kami miliki. Maafkan jika dulu kami kurang menghargai kalian, menganggap kalian tidak asyik dan kurang seru karena pelajaran yang diajarkan sulit dicerna. Namun percayalah, saat ini aku sangat ingin kembali mengulang masa itu. Bertanya akan apa saja yang tidak kupahami pada masa dulu . Saat ini baru aku sadar bahwa menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Menjadi seorang guru adalah pembelajaran seumur hidup.
Saat menulis ini tentunya aku sadar bahwa masa lalu memang tak mungkin berulang, namun tak ada salahnya mengingatnya sebagai motivasi untuk maju. Saat lelah datang ketika siswa tak kunjung tenang, mengingat akan keributan yang pernah dilakukan pada masa lalu membuat hati sedikit lapang seolah hal tersebut menjadi pembenaran
Saat siswa malas dan tidak fokus belajar, teringat saat diri dikelas 3 dimana kebosanan untuk belajar mulai datang dan VMJ mulai menyerang.. Yah, pengalaman dapat menjadi pengajar terbaik untuk kita berguru. Semoga saja yang terbaik selalu menyertai kita semua..
Teruntuk teman-temanku, guru-guruku dan semua orang yang tak mungkin kusebutkan satu persatu, terimkasih sudah menjadi bagian dalam rentang kisahku.. Menjadi pelakon dalam drama kehidupanku..
Mungkin kalian saat itu tak merasakan apa-apa namun percaya saja aku bahagia saat kalian ada..
22 November 2017
Di malam yang sedikit resah karena besok Ujian PPL :)
Komentar
Posting Komentar